
Di usianya yang ke-101 tahun 2025 ini, Dr. John Scharffenberg masih mengendarai mobil sendiri dan menjadi bintang di berbagai kegiatan, berbagi kiat hidup sehat yang juga dilakoninya, seperti puasa berkala (intermittent fasting) dan mengonsumsi makanan nabati. Apa rahasianya?
Dokter yang merupakan profesor pendamping di sekolah kesehatan masyarakat Universitas Loma Linda ini masih terus aktif berkeliling dunia untuk memberikan ceramah tentang hidup lebih lama dengan perubahan gaya hidup sederhana.
Ia berada di Madagaskar musim panas lalu, di Eropa pada musim gugur, dan diundang untuk berbicara di Las Vegas USA tahun 2025 ini.
Umur panjang bukanlah bakat turunan dalam keluarga Scharffenberg — ibunya meninggal di usia 60-an karena penyakit Alzheimer, dan ayahnya meninggal akibat serangan jantung di usia 76 tahun. Jadi gen bukanlah faktor yang membantunya hidup lebih dari 100 tahun, katanya.
Pria berusia seratus tahun itu juga hidup lebih lama dari kedua saudaranya, yang menurutnya disebabkan oleh aktivitas fisiknya yang jauh lebih banyak daripada mereka.
“Perbedaan utamanya adalah saya banyak berolahraga,” kata Scharffenberg, yang tinggal bersama putranya di North Fork, California.
“Cara menjalani waktu dalam hidup yang Anda sangatlah penting terutama pada usia paruh baya, dari 40 hingga 70 tahun. Saat itulah Anda membutuhkannya, karena pada usia itulah orang biasanya bersantai, punya lebih banyak uang, membeli lebih banyak makanan, lebih banyak duduk, makan lebih banyak … dan itu cara yang salah,” ungkap Scharffenberg.
Penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke, adalah penyebab utama yang memperpendek umur seseorang, Scharffenberg menegaskan. Penyakit ini adalah penyebab kematian terbesar di seluruh dunia — tetapi menurut WHO, sebagian besar penyakit mematikan ini sebenarnya dapat dicegah dengan gaya hidup.
Dr. Scharffenberg mengatakan orang dapat hidup lebih lama dengan mengikuti tujuh aturan gaya hidup berikut:
1. Jangan Merokok
Dokter berusia 101 tahun ini tidak pernah merokok. Merokok membahayakan hampir semua organ dalam tubuh dan merupakan penyebab utama penyakit, kematian, dan kecacatan yang seharusnya dapat dicegah. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, 16 juta penduduk AS mengidap penyakit kritis yang berkaitan dengan rokok.
2. Hindari Minuman Alkohol
Dr. Scharffenberg percaya bahwa kebiasaannya yang tidak pernah minum alkohol membantunya lebih sehat dan umur panjang. Anggapan masyarakat bahwa minum alkohol dalam jumlah sedikit baik untuk kesehatan tidaklah benar, katanya, sambil menunjuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa efek perlindungan bagi jantung sebetulnya diimbangi oleh meningkatnya risiko kanker.
Tidak ada jumlah atau dosis alkohol yang benar-benar aman, kata para ahli, sebagaimana dilansir juga oleh WHO.
3. Berolahraga
“Meskipun saya seorang ahli gizi, saya pikir olahraga jauh lebih penting daripada nutrisi,” kata Scharffenberg. Olahraga tidak harus lari maraton, imbuhnya.
Olahraga utamanya di usia paruh baya adalah adalah menggarap lahan hutan besar yang dibelinya di pegunungan utara Fresno. Ia harus membuka lahan untuk jalan dan rumah, lalu mengolah kebun seluas 2 hektar yang ditanami 3.000 tanaman stroberi, 80 pohon buah, dan tanaman anggur.
“Saya mengerjakan semuanya sendiri, jadi saya banyak berolahraga,” kenang pria berusia seratus tahun itu. “Saya bekerja keras.”
Kegiatan favoritnya adalah berkebun, tetapi Scharffenberg mengatakan berjalan kaki juga merupakan olahraga yang hebat. Dalam berbagai kesempatan ia menyebut berjalan kaki sebagai salah satu penyelamat hidupnya.
Scharffenberg menunjuk pada sebuah penelitian yang memaparkan bahwa orang yang berjalan lebih dari 2 mil sehari hanya memiliki resiko tingkat kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang kurang berjalan.
4. Mengurangi Konsumsi Gula
Rata-rata orang Amerika mengonsumsi sekitar 22 sendok teh gula tambahan per hari, yang dikonsumsi tanpa sadar melalui minuman atau makanan manis. Kebiasaan inilah yang menyebabkan obesitas, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya.
American Heart Association merekomendasikan maksimal setara 6 sendok teh gula tambahan per hari untuk wanita, dan 9 sendok teh untuk pria.
Berkreasilah dengan menu Anda agar mengonsumsi lebih sedikit gula, saran Scharffenberg. Ia menyukai wafel yang dibuat dengan gandum, resep sehat yang dibuat oleh istrinya. Alih-alih menyiramnya dengan sirup gula, istrinya akan menyajikannya dengan krim kacang mete dan pisang atau beri di atasnya.
Gula dalam buah memberikan energi dengan cara yang sehat karena mengandung banyak nutrisi lain, seperti serat, vitamin, mineral, antioksidan, dan senyawa tanaman.
5. Menjaga Berat Badan Seimbang
Menurut National Institutes of Health, kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kanker dan kebanyakan penyakit lainnya. Ini bisa jadi berkaitan dengan NAD+ yang sangat rendah pada penderita obesitas.
WHO memperingatkan bahwa risiko masalah kesehatan dimulai dan terus meningkat saat seseorang sedikit kelebihan berat badan.
Salah satu alasan Scharffenberg yakin bahwa ia hidup lebih lama dari saudara-saudaranya adalah karena ia mempraktikkan puasa intermiten dan makan dua kali sehari — sarapan dan makan siang. Ia menghindari makan malam, jadi ia berhenti makan pada sore hari dan tidak mengonsumsi makanan sampai pukul 6:30 pagi keesokan harinya.
Hal ini sejalan dengan sejumlah penelitian bahwa puasa intermiten dapat membantu menurunkan berat badan dan dapat memberikan banyak manfaat kesehatan.
BACA JUGA: Mengapa Diabetes Gak Sembuh-sembuh?
6. Mengurangi Makan Daging
Sesuai tradisi gerejanya, Dr. Scharffenberg merekomendasikan pola makan vegetarian yang seimbang.
Pria berusia seratus tahun ini mengatakan bahwa ia tidak makan daging sejak berusia 20 tahun. Ia mengikuti pola makan nabati, juga mencakup susu dan telur. Makanan favorit Scharffenberg meliputi buah-buahan seperti mangga dan kesemek, makadamia dan kacang-kacangan lainnya, serta biji-bijian. Ia juga menyukai kentang.
7. Kurangi Konsumsi Lemak Jenuh
Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Lemak jenuh umumnya terdapat dalam daging hewan. Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan untuk mengonsumsi kurang dari 6% kalori dari lemak jenuh.
Karenanya makan vegetarian ala Dr. Scharffenberg lebih direkomendasikan.
“Pola makan yang optimal adalah pola makan vegetarian,” pesan Dr. Scharffenberg selalu dalam ceramahnya. “Saya berdoa agar kalian semua menjalani gaya hidup yang benar.”
Siapa yang ingin Anda insprirasi untuk bersama memulai hidup sehat lebih lama? Selamat berbagi informasi baik.